Facebook

Jumat, 01 Januari 2016

UN Bakal Pakai Dua Kurikulum


Irisan K-13 dan KTSP
PURWOKERTO – Ujian Nasional (UN) 2015/2016 berbeda dengan UN 2014/2015. Pada UN 2015/2016 akan menggunakan irisan dua kurikulum, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13). Hal itu karena beberapa sekolah menerapkan K-13 dan KTSP.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Edy Rahardjo mengatakan, dengan adanya perubahan maka ada perubahan model soal yang disajikan. Perubahannya antara lain terletak pada soal yang tidak lagi menggunakan nomor soal. Melainkan dipaparkan seperti paragraf.
“Kalau dulu ada soal nomor satu, dua, tiga. Kalau besok tidak ditemukan. Yang ditemukan hanya
paragraf yang nantinya diisi oleh siswa,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Hal itu kata dia terlihat saat bedah kisi-kisi UN beberapa waktu lalu. Meskipun demikian, diharapkan siswa tidak binggung dengan model baru tersebut. “Apapun yang diterapkan pemerintah, yang penting belajar. Jika sudah belajar, apapun model soal siswa pasti bisa mengerjakan,” terangnya.
Edy menegaskan, UN juga bukan menjadi penentu kelulusan sehingga tidak perlu ditakutkan. Penentu kelulusan siswa mengacu pada hasil ujian sekolah dan nilai rapor. “Jadi siswa tak perlu bingung ataupun takut dengan adanya model baru ini,” katanya.
Namun siswa diharapkan bisa memahami istilah-istilah baru. Karena, diakui dia banyak istilah baru yang muncul saat bedah kisi-kisi. “Namun sekali lagi, perubahan istilah maupun perubahan yang lain tidak menjadi beban bagi siswa. Hal yang paling penting adalah belajar,” tegasnya.
Kepala SMPN 6 Purwokerto Sugeng Kahanan mengatakan, jika tidak dilakukan pendampingan secara intens kemungkinan siswa akan kebingungan dalam mengerjakan soal. Pasalnya, banyak istilah baru dalam UN. Dia mencontohkan, dalam pelajaran Bahasa Indonesia istilah narasi diganti dengan istilah aklamasi.
“Subtansi memang sama, namun dengan perbedaan tersebut tentu siswa akan kebingungan,” katanya.
Dituturkan, istilah-istilah tersebut juga kemungkinan terjadi di mata pelajaran lain. Sebab dengan merujuk pada irisan dua kurikulum sekaligus, peserta UN tahun ajar 2015/2016 harus bersiap-siap dengan sistem kisi-kisi UN yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar